Sabtu, 12 Mei 2012

SISTEM PEREDARAN DARAH


Cairan Darah (Plasma Darah)
Terdiri dari:
air (90 - 92) %
zat-zat terlarut (sari makanan, garam mineral, enzim, hormon, zat-zat sisa, protein plasma, serum plasma)
Protein plasma terdiri dari :
a. Albumin
Berfungsi untuk menjaga tekanan osmosis darah
b. Globulin
Berfungsi untuk membentuk protrombin dan antibodi (serum darah)
c. Fibrinogen
Berfungsi untuk membekukan darah
Serum darah:
Serum darah dibangun oleh senyawa globulin, terdiri dari:
a. Aglutinin
Berfungsi untuk menggumpalkan protein asing (antigen = aglutinogen)
b. Presipitin
Berfungsi untuk mengendapkan antigen
c. Antitoksi
Berfungsi untuk menghancurkan atau memecahkan antigen
d. Opsonin
Berfungsi untuk menggiatkan sifat fagosit dari leukosit
Golongan darah
Golongan darah ditemukan oleh ahli Imunologi Dr. landsteiner dan Donath.
Golongan darah manusia dikelompokkan atas 4 macam (dikenal dengan sistem ABO) berdasarkan perbedaan antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin), yaitu:
1. Golongan darah A
Dalam eritrosit mengandung aglutinogen A dan dalam plasma mengandung aglutinin b
2. Golongan darah B
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen B dan dalam plasma terkandung aglutinin a
3. Golongan darah AB
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen A dan B, dalam plasma tidak terkandung aglutinin
4. Golongan darah O
Dalam eritrosit tidak terkandung aglutinogen, dalam plasma terkandung aglutinin a dan b
Mekanisme Transfusi Darah
Dalam proses transfusi darah, beberapa istilah yang berkaitan dengan proses transfusi darah sebagai berikut:
1. Transfusi = proses pindah tuang darah
2. Donor = orang yang memberikan sejumlah darah ke orang lain yang membutuhkan
3. Resipien = orang yang menerima sejumlah darah dari orang lain
4. Donor Universal = golongan darah yang bisa memberikan sejumlah darahnya ke orang lain. Golongan darah yang dimaksud adalah O
5. Resipien Universal = Golongan darah yang dapat menerima sejumlah darah dari golongan darah lain. Golongan darah yang dimaksud adalah AB
6. Serum = plasma tanpa fibrinogen
7. antigen = aglutinogen merupakan protein asing yang akan digumpalkan oleh antibodi / aglutinin
8. Antibodi = protein plasma yang dapat menggumpalkan antigen / aglutinin
9. Aglutinasi = penggumpalan darah akibat ketidakcocokan antara jenis aglutinogen donor dengan aglutinin resipien
berdasarkan bagan tersebut jelas terlihat bahwa golongan darah O bersifat sebagai donor universal dan golongan darah AB bersifat sebagai resipien universal.
Pada pelaksanaan transfusi darah yang penting diperhatikan adalah pada donor, harus diperhatikan jenis aglutinogennya, sedangkan pada resipien adalah jenis aglutininnya.
Pada tahun 1940, Lansteiner menemukan jenis penggolongan darah yang lain yaitu sistem Rhesus. berdasarkan penyelidikannya membedakan golongan darah A menjadi 2 macam yaitu :
1. Golongan darah A yang berfaktor rhesus Positif (Rh +)
2. Golongan darah A yang tidak berfaktor rhesus ( rhesus -).
Sebagian besar ras kulit hitam dan sawo matang memiliki darah dengan rhesus +, sedangkan sebagian besar ras kulit putih ber rhesus -..
Fungsi penggolongan darah :
1. Penting untuk proses transfusi darah
2. Penting untuk penyelidikan golongan darah
Peredaran darah
Cairan tubuh diedarkan melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe.
Alat-alat peredaran Darah terdiri dari:
a. jantung (heart/cor)
b. Pembuluh darah (pembuluh darah vena /pembuluh darah balik dan pembuluh darah arteri / pembuluh darah nadi.
c. kapiler-kapiler / pembuluh darah halus : (arteriole dan venule)
JANTUNG
1. Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu:
Perikardium, merupakan selaput pembungkus jantung
Miokardium, Merupakan otot jantung
Endokardium, merupakan selaput yang membatasi ruangan jantung
2. Ruangan jantung:
Jantung mempunyai 4 ruangan jantung yaitu :
a. 2 serambi (atrium) yaitu atrium sinister / kiri dan atrium dekster / kanan
b. 2 bilik (ventrikel) yaitu vebtrikel sinister / kiri dan ventrikel dekster / kanan
Dinding bilik (ventrikel) jantung lebih tebal dibandingkan dengan dinding serambi (atrium).
Dinding bilik kiri lebih tebal dibandingkan dinding bilik kana
3. Klep jantung
Antara ruang jantung dihubungkan oleh klep atau katub jantunh seperti:
1. valvula trikuspidalis = klep jantung berdaun tiga yang terletak antara atrium kanan dengan ventrikel kanan
2. Valvula bicuspidalis = klep jantung berdaun dua, terletak antara atrium kiri dengan ventrikel kiri
Jantung juga memiliki korda tendinae yaitu urat jantung yang menjaga katup (klep)
jantung mendapat makanan dan O2 dari nadi tajuk (arteri coronaria)
penyakit jantung koroner disebabkan tersumbatnyanya arteri koronaria
Otot jantung termasuk otot involunter yang bekerja di luar kendali sistem koordinasi.
3. syaraf jantung
Nodus S.A ( Nodus bang menjadi serabut purkinje
sinus arterio) disebut juga nodus keith - flack, merupakan serabut-serabut saraf yang terdapat pada dinding atrium kanan dekat muaravena cava superior dan vena cava inferior.
Serabut saraf ini merupakan cabang dari sistem syaraf tak sadar dan juga dipengaruhi saraf vagus (saraf ke- 10)
Nodus A.V (Nodus atrium ventrikel) disebut juga simpul tawara, terdapat pada perbatasan antara serambi (atrium) dan bilik (ventrikel)
Berkas His, terdapat pada sekat antar bilik yang bercabang-cabang menjadi serabut purkinje
mekanisme aliran rangsang sehingga jantung berdenyut adalah :
stimulus –> Nodus S. A —> Berkas His —> Serabut purkinje —> Kontraksi bilik (ventrikel)
5. Tekanan/denyut jantung
Berkaitan dengan menguncup dan mengembangnya jantung , dikenal 2 macam tekanan darah yaitu:
a. Sistole
Peristiwa menguncupnya bilik dan darah keluar dari jantung (jantung kontraksi). Pada orang normal tekanan nya sekitar 120 mm Hg
b. Diastole arah
Peristiwa mengembangnya bilik jantung dan darah masuk ke jantung (jantung relaksasi), pada orang normal tekanannya sekitar 80 mm Hg
Alat untuk mengukur tekanan darah disebut Sphigmomanometer


PEMBULUH DARAH

Macam-macam pembuluh darah:
1. Arteri (pembuluh darah nadi), yaitu pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung.
Terdiri dari:
a. Arteri pulmonalis
Merupakan pembuluh nadi yang membawa darah menuju paru-paru
b. Aorta
Merupakan pembuluh darah besar yang membawa darah menuju seluruh tubuh
Pada pangkal batang nadi terdapat klep berbentuk bulan sabit (Valvula semilunaris) yang berfungsi untuk menjaga aliran darah agar tetap searah
2. Vena (pembuluh darah balik), yaitu pembuluh darah yang membawa darah menuju ke jantung.
a. Vena Pulmonalis
yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru menuju ke jantung
b. Vena cava inferior
pembuluh darah yang membawa darah dari bagian bawah tubuh menuju jantung.
Vena cava superior
Yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atas tubuh menuju ke jantung
3. Pembuluh darah kapiler
Pembuluh darah halus, yang langsung berhubungan dengan jaringan tubuh. Pada pembuluh darah kapiler terdapat hubungan antara pembuluh darah arteri dengan pembuluh darah vena.
Pembuluh darah kapiler tersusun atas satu lapis sel pipih satu lapisan.
Semua jaringan tubuh berhubungan langsung dengan kapiler darah, sehingga proses pertukaran menjadi lebih efisien.
Pertukaran material dalam pembuluh darah kapiler ke sel terjadi melalui mekanisme difusi, dan sistem transport aktif.
Aliran darah dalam kapiler lebih lambat sehingga memungkinkan proses pertukaran menjadi lebih efektif
a. Venule
Pembuluh darah kapiler dari vena
b. Arteriole
Pembuluh darah kapiler dari arteri
Peredarah darah tertutup
Peredaran darah yang terjadi dimana darah mengalir hanya melalui pembuluh darah, tanpa pernah langsung menembus sel-sel atau jaringan tubuh.
Peredaran darah ganda
Sistem peredaran darah manusia disebut sistem peredaran darah ganda, sebab sekali darah berdar melintasi jantung sebanyak dua kali.
Sistem peredaran ini dibedakan menjadi:
1. Sistem peredaran darah kecil (sistem peredaran paru-paru)
Merupakan sistem peredaran yang membawa darah dari jantung ke paru-paru kembali lagi ke jantung. Pada peristiwa ini terjadi difusi gas di paru-paru, yang mengubah darah yang banyak mengandung CO2 dari jantung menjadi O2 setelah keluar dari paru-paru.
Mekanisme aliran darah sebagai berikut:
Ventrikel kanan jantung –> Arteri pulmonalis –> paru-paru –> vena pulmonalis –> atrium kiri jantung
2. Sistem peredaran darah besar (peredaran darah sistemik)
merupakan sistem peredaran darah yang membawa darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah yang keluar dari jantung banyak mengandung oksigen.
mekanisme aliran darah sebagai berikut:
Ventrikel kiri –> aorta –> arteri superior dan inferior –> sel / jaringan tubuh –> vena cava inferior dan superior –> atrium kanan jantung
3. Sistem peredaran portal
Sistem peredaran darah yang menuju ke alat-alat pencernaan menuju ke hati, sebelum kembali ke jantung. pembuluh darah portal berwarna coklat karena banyak mengandung nutrien

Minggu, 29 Mei 2011

Virus Misterius Serang Warga Korsel, Diduga Sejenis Flu

img



 Serangan virus misterius menjangkiti 8 warga Korea Selatan, sebagian besar adalah ibu hamil. Korban tewas hingga kini mencapai 2 orang. Belum bisa dipastikan jenis virusnya, namun diduga masih terkait dengan flu babi atau H1N1.

Badan pencegahan penyakit Korea Selatan, Korea Center for Disaster Control and Prevention (KCDC) saat ini tengah memeriksa spesimen yang diambil dari pasien untuk diperiksa secara genetis. Diperkirakan jenis virus tersebut baru bisa diketahui 8 pekan ke depan.

"Virus yang kami dapat dari spesimen tersebut lebih dari virus flu biasa. Kami butuh waktu lebih lama untuk melihat penyebab gangguan pada paru-parunya," ungkap Yang Byoung-goog, juru bicara KCDC seperti dikutip dari Recombinomics, Senin (30/5/2011).

Belum ada penjelasan lebih rinci, namun komentar Byoung-goog menyiratkan adanya keterlibatan sejenis virus flu yakni H1N1. Terlebih secara demografi, Byoung-goog menilai kedelapan pasien memenuhi kriteria untuk dicurigai sebagai pasien H1N1.

Seperti dikutip dari Xinhua, 7 dari 8 pasien yang terjangkit virus misterius tersebut merupakan ibu hamil dan rata-rata sudah hampir melahirkan. Sisanya adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun yang tengah dirawat intensif di ibukota negara, Seoul.

Kedua korban tewas merupakan ibu hamil, salah satunya perempuan berusia 36 tahun dengan usia kandungan mencapai 9 bulan. Ia tewas hanya berselang 15 hari dari kematian korban pertama yang juga hamil, namun dokter berhasil menyelamatkan bayi yang dikandung oleh keduanya.

Para korban tewas umumnya mengalami gejala awal mirip flu, namun berlanjut dengan pulmonary fibrosis yakni sejenis perlukaan pada jaringan paru-paru. Perlukaan yang disertai penebalan jaringan tersebut memicu kegagalan multiorgan yang mematikan.

Sementara itu, 5 dari 6 korban yang masih hidup kini tengah menanti saat-saat kelahiran bayinya sambil terus menjalani perawatan intensif. Dua pasien sudah boleh pulang setelah mendapatkan donor untuk transplantasi atau cangkok jaringan paru-paru.

Mengantuk di Hari Senin Akibat 'Jetlag' Akhir Pekan

img
 Libur akhir pekan seharusnya membuat orang kembali bugar untuk beraktivitas pada pekan berikutnya. Namun usai berlibur, sebagian orang justru mengalami 'jetlag' yakni mengantuk dan tak bergairah sehingga kurang produktif di hari Senin.

Lazimnya orang mengalami jetlag setelah bepergian dengan pesawat terbang ke daerah tertentu dengan zona waktu sangat berbeda. Jetlag di hari Senin hanya istilah untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengantuk pada waktu yang tidak semestinya.

Pakar gangguan tidur dari Edinburgh Sleep Center, Dr Chris Idzikowski mengatakan salah satu pemicu 'jetlag' di hari Senin adalah terlalu banyak tidur di akhir pekan. Akibatnya jam biologis atau body clock melambat dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

"Ini semacam bentuk ringan dari Seasonal Affective Disorder (SAD). Jam biologis akan melambat jika sepanjang pekan telah bekerja keras, lalu mendadak tidur terus di akhir pekan," ungkap Dr Idzikowski seperti dikutip dari Guardian, Senin (30/5/2011).

SAD sendiri merupakan gangguan suasana hati yang sering muncul pada beberapa orang setiap pergantian musim terutama musim dingin dan musim panas. Sesuai musimnya, SAD yang ditandai dengan gejala depresi sering disebut juga Winter Blues atau Summer Blues.

Sama seperti SAD, gejala mengantuk di hari Senin juga disebabkan oleh perubahan jam biologis. Jika pada SAD pemicunya adalah perbedaan lamanya matahari bersinar, mengantuk di hari Senin lebih dipicu oleh perubahan aktivitas seseorang berikut pola tidurnya.

Pada akhir pekan, kebanyakan orang memilih bangun lebih siang dari biasanya dan bahkan melanjutkan tidur setelah beraktivitas ringan seperti mandi dan sarapan pagi. Makin banyak waktu yang dihabiskan untuk tidur, tubuh makin sulit menyesuaikan ritme saat harus kembali ke rutinitas.

Di sisi lain, kurang istirahat di hari libur juga bisa memicu rasa letih saat harus kembali beraktivitas. Kondisi ini akan memperburuk stres yang telah menumpuk sepanjang pekan sebelumnya, lalu menyebabkan rasa kantuk yang tidak tertahankan.

Apapun pemicunya, karyawan yang selalu butuh adaptasi di awal pekan dinilai sangat mengganggu produktivitas. Sebuah perusahaan konsultan tenaga kerja di Inggris, Office Angels mencatat kerugian akibat mengantuk di hari Senin bisa mencapai Rp 1,6 triliun tiap tahun.

Beberapa orang memang memiliki jam biologis yang fleksibel sehingga jarang mengantuk atau mengalami masalah dengan adaptasi di awal pekan. Namun bagi yang selalu bermasalah, beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya.

1. Biasakan mencicil pekerjaan
Jika sulit mengatasi rasa kantuk tiap pekan, kerjakan apa yang bisa dilakukan sebelum libur akhir pekan. Sedikit banyak hal ini akan mengurangi beban di awal pekan sehingga tak masalah meski agak mengantuk, karena ritmenya jadi lebih longgar.

2. Berangkat awal di hari Senin
Terburu-buru di awal pekan hanya akan meningkatkan level stres, apalagi jika harus terjebak lalu lintas yang macet. Dengan datang lebih awal, ritmenya bisa lebih longgar dan terhindar dari kemacetan.

3. Pastikan cukup istirahat di akhir pekan
Cukup istirahat berarti tidak kurang dan tidak berlebihan. Sebisa mungkin jangan mengubah pola tidur, misalnya dengan tidak bangun terlalu siang maupun tidur terlalu malam di akhir pekan.

4. Bersikap positif di awal pekan
Stres di hari Senin seringkali akan berlangsung sepanjang pekan, karena itu cegah dengan selalu berpikir positif. Nikmati pekerjaan dan lakukan apa saja untuk tidak mengeluh sedikitpun, karena mengeluh hanya akan meningkatkan stres yang pada akhirnya bikin lebih mengantuk.

5. Istirahat sejenak
Jika rasa kantuk sudah tak tertahankan, beristirahatlah untuk menghindari kesalahan atau kecerobohan. Melakukan aktivitas ringan seperti pergi ke toilet atau ngobrol sejenak dengan rekan kerja bisa mengurangi stres dan rasa kantuk.

Cara Mengatasi Perut Sensitif

img



 Beberapa orang kadang memiliki perut yang sensitif sehingga tidak semua yang masuk ke dalam perut bisa cocok. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Terkadang perut memberikan sinyal negatif dalam mengekspresikan kepekaan atau sensitifnya terhadap sesuatu yang masuk ke dalam tubuh. Sensitivitas perut ini bisa menyebabkan seseorang merasa kembung atau bisa juga jadi diare.

Meski begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (30/5/2011) yaitu:

1. Kenali pemicunya
Lebih baik ketahui jenis makanan yang bisa memicu sensitivitas perut tersebut. Cobalah membuat catatan tentang bagaimana tubuh mentolerir suatu makanan. Beberapa makanan diketahui bisa menjadi pemicu seperti produk susu, makanan yang terlalu dingin dan rempah-rempah.

Selain itu biji-bijian atau sayuran mentah juga bisa menyebabkan iritasi pada lapisan tersebut yang disebabkan oleh serat, serta sayuran seperti kol, brokoli kembang kol dan bawang bisa menimbulkan gas di perut yang dapat memicu sensitivitas perut.

2. Selalu sediakan obat saat bepergian
Jika ingin bepergian jauh dan mengharuskan untuk makan di luar, maka sediakan selalu obat-obatan untuk mengatasi perut sensitif tersebut sehingga dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Cukupi waktu tidur dan kurangi stres
Kedua kondisi ini adalah situasi yang bisa memicu perut sensitif. Untuk itu usahakan tidur minimal 7 jam sehari serta pelajari teknik-teknik menekan stres seperti meditasi, yoga atau mendengarkan musik tertentu.

4. Makan secara perlahan-lahan
Makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik sangat penting bagi orang dengan perut sensitif. Hal ini memungkinkan air liur bercampur secara menyeluruh dengan makanan, sehingga membantu proses pencernaan dan memecah makanan menjadi lebih kecil sebelum masuk ke perut.

5. Menjaga tubuh tetap terhidrasi
Pastikan tubuh mengonsumsi 2-3 liter air untuk mengurangi kadar keasaman di perut, karena salah satu penyebab seseorang sering mengalami gangguan pencernaan adalah akibat kekurangan cairan.

Air Kolam Renang Bisa Merusak Gigi

img


Berenang di kolam renang yang mengandung klorin tidak hanya meningkatkan risiko anak terkena asma dan alergi. Baru-baru ini, peneliti menemukan air kolam renang yang mengandung klorin juga bisa menyebabkan kerusakan gigi.

Penggunaan desinfektan seperti klorin bisa berfungsi untuk mematikan berbagai bakteri patogen yang ada di dalam air. Tetapi jika senyawa tersebut bercampur dengan bahan organik lain seperti urine dan keringat, maka klorin bisa melepaskan produk campuran yang dapat mengiritasi mata, kulit dan saluran udara atas.

Temuan terbaru yang diteliti oleh Dr Leila Jahangiri dari New York University College of Dentistry's Department of Prosthodontics, menemukan bahwa tingkat klorin dan batas pH yang tinggi bisa mempengaruhi terjadinya pengikisan yang cepat dan permanen dan enamel (lapisan luar) gigi seseorang.

Kasus yang ditemukan Dr Leila ini terjadi pada pria usia 52 tahun yang mengalami masalah gigi sangat sensitif, gigi menguning dan berwarna makin gelap karena kehilangan enamel yang cepat selama 5 bulan. Kehilangan enamel gigi memang bisa dipicu oleh penyakit medis seperti bulimia atau refluks asam, namun pada pria baya tersebut pemicunya adalah kegiatan renang setiap hari yang dilakukannya selama 90 menit.

Selain masalah gigi yang sangat sensitif karena enamel giginya terkikis, pria itu juga mengalami masalah gangguan kulit. Setelah melakukan pemeriksaan terus menenerus akhirnya diketahui tingkat keasaman kolam renang menjadi pemicu kerusakan gigi pria tersebut.

Penemuan kasus ini, menurut Dr Leila bukan berarti orang tidak boleh berenang tetapi harus menjadi perhatian khusus pengelola atau pemilik kolam renang untuk memantau rutin penggunaan klorin dalam batas yang aman dan tingkat pH air kolam yang seimbang.

"Saya tidak ingin memberikan peringatan untuk berenang, tapi perlu ada kesadaran dan pencegahan dari pengelola kolam renang agar masyarakat tidak panik," kata Dr Leila seperti dilansir dari healthzone.ca, Minggu (29/5/2011).

Menurut Dr Leila, kolam renang harus memiliki kadar pH netral antara 7,2 sampai 7,8. Sedangkan pemakaian klorin yang harus digunakan agar tidak menjadi polutan menurut American Chemistry Council antara 2,0 sampai 4,0 ppm (parts per million) dan tidak perlu di bawah 1,0 ppm.

"pH seimbang dalam kolam renang sangat mudah hilang, dan memang pemeliharaan kolam renang itu tidak semudah yang orang pikirkan, tetapi tetap pemeliharaan menjadi unsur yang sangat penting untuk menjaganya," kata Dr Leila.

Ia mengingatkan agar orangtua waspada jika anak-anaknya mengeluhkan kulit panas, kulit sakit, mata perih atau giginya terasa sangat bersih setelah berenang. Dua dari keluhan yang dialami sudah menunjukkan klorin dan pH dalam kolam renang itu terlalu tinggi.

Jika iritasi mata bisa dikurangi dengan memakai kaca mata renang, maka keluhan gigi sensitif dan warna rusak akibat air kolam renang harus dilakukan oleh dokter gigi dengan melakukan veneers (melapisi) gigi dengan porselen.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kolam renang adalah mempertahankan nilai pH dengan benar, melakukan pembersihan atau filter secara rutin, memastikan sirkulasi air tetap berajaln serta menjaga nilai ambang batas dari klorin dan bahan organik lain.

Sedangkan cara mencegah tertular penyakit dari kolam renang bisa dilakukan:

  1. Membilas diri dengan air dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah berenang
  2. Jangan berenang jika mengalami diare atau infeksi saluran pencernaan beberapa hari sebelumnya
  3. Menggunakan baju renang yang ketat menempel di tubuh jangan yang longgar
  4. Usahakan untuk selalu buang air kecil di toilet
  5. Biasakan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Minggu, 08 Mei 2011

Rajin Makan Tomat Efek Melindungi Kulitnya Seperti Pakai Tabir Surya

img
Manfaat tomat bagi kulit bukan hanya didapat dengan menggunakannya sebagai lulur atau masker. Dengan memakan 5-6 butir buah ini secara rutin, kulit juga akan semakin sehat dan terlindung dari bahaya sinar ultraviolet penyebab kanker.

Manfaat makan tomat hampir setara dengan menggunakan tabir surya dengan kekuatan Sun Protecting Factor (SPF) 1,3. Relatif kecil untuk dijadikan perlindungan utama, namun cukup besar untuk memaksimalkan efek perlindungan dari cahaya ultraviolet.

Manfaat ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan tim ahli dari beberapa universitas di Manchester dan Newcastle, Inggris. Sebanyak 20 orang partisipan yang memiliki kulit sehat dilibatkan dalam penelitian eksperimental tersebut.

Setiap hari, 10 partisipan diberi saus tomat sebanyak 5 sendok teh (55 gram) atau setara dengan 5-6 butir tomat yang diolah dengan 10 gram minyak zaitun. Sisanya sebanyak 10 partisipan hanya mendapatkan minyak zaitun dan tidak boleh makan tomat.

Di awal penelitian, sensitivitas kulit para partisipan terhadap radiasi ultraviolet (UV) diukur lalu dibandingkan dengan 12 pekan sesudahnya. Hasilnya, partisipan yang setiap hari mendapatkan saus tomat menjadi 33 persen makin terlindung dari sinar UV.

Sinar UV merupakan salah satu pemicu berbagai jenis kerusakan kulit, mulai dari penuaan dini hingga kanker. Sinar ini terdapat di mana saja, namun paling banyak ditemukan pada sinar matahari akibat makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

Kandungan nutrisi dalam tomat yang bisa menangkal efek sinar UV dari dalam adalah Lycopene, yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa ini mampu menetralkan radikal bebas yang terbentuk akibat paparan sinar UV dan bisa memicu kerusakan kulit.

Meski makan tomat bisa memberikan efek perlindungan dari dalam, kulit masih tetap harus dilindungi dari luar. Dikutip dari Irishhealth, Senin (9/5/2011), bentuk perlindungan dari luar antara lain dengan menggunakan tabir surya saat akan beraktivitas di bawah terik matahari.

Sakit Akibat Stres Karena Macet Mengancam Penduduk Kota

img
Jika Anda sedang terjebak macet kemudian mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan berkeringat hingga kram perut, bisa dipastikan itu terkena traffic stress syndrom atau TSS (sindrom stres akibat macet). Laki-laki lebih mudah terkena sindrom ini ketimbang wanita.

Hidup di kota besar tak bisa lepas dari masalah kemacetan. Ternyata jalan yang macet bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, salah satunya adalah traffic stress syndrom atau TSS (sindrom stres akibat macet).

Saat menemukan kemacetan terkadang seseorang mengalami peningkatan detak jantung, telapak tangan mulai berkeringat hingga kram perut. Kondisi ini kemungkinan menandakan gejala dari TSS.

Kemacetan yang terjadi tidak hanya menyebabkan suasana hati seseorang menjadi buruk, tapi juga bisa merusak kesehatan. Dalam studi diketahui seseorang yang mengalami TSS akan mulai muncul gejala stres dalam waktu 3-5 menit, sedangkan orang yang tidak TSS, gejala stres mulai akan muncul jika sudah mengalami kemacetan sekitar 13-14 menit.

"Mengalami TSS akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku pengemudi seperti kehilangan konsentrasi, sulit untuk fokus dan mengemudi secara berbahaya atau berisiko," ujar David Moxon, kepala psikologi dari Peterborough Regional College, seperti dikutip dari Roadsafe.org, Senin (9/5/2011).

Moxon mengungkapkan kemacetan lalu lintas seperti fenomena bom waktu bagi penderita TSS. Biasanya ia akan mempercepat kecepatannya saat ada kesempatan dan terkadang mengabaikan peraturan yang ada sehingga berisiko mengalami kecelakaan.

Gejala yang dialami oleh seseorang dengan TSS termasuk:

  1. Peningkatan detak jantung
  2. Sakit kepala
  3. Telapak tangan berkeringat
  4. Mual
  5. Pusing
  6. Kram perut
  7. Mudah tersinggung dan marah
  8. Khawatir

Dalam studi ini juga diketahui bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami frustasi saat terjebak kemacetan lalu lintas dibandingkan perempuan.

"Saya kira usia yang rentan mengalami TSS adalah kelompok usia 30-50 tahun. Kemacetan kronis dan tegangan yang dihasilkan serta frustasi bisa merugikan kesehatan fisik dan mental yang akan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh. Gejala lain juga mungkin ditimbulkan jika ditambah dengan adanya tekanan akibat faktor lainnya," ungkapnya.

Kemacetan yang dialami oleh seseorang secara berkepanjangan bisa berdampak pada masalah kesehatan lainnya, yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan, stres dan depresi serta risiko kanker akibat polusi udara yang terhirup oleh tubuh.

Moxon mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang jika terjebak macet untuk mencegah atau mengatasi TSS yaitu:

  1. Mengambil napas secara dalam dan perlahan
  2. Mendengarkan musik yang menenangkan atau membuat santai
  3. Memikirkan orang yang dicintai
  4. Sebisa mungkin menghindari terpaparnya polusi udara seperti dengan menutup jendela atau menggunakan sistem pengkondisian untuk mencegah masuknya asap knalpot. Untuk pesepeda motor sebaiknya gunakan masker.
  5. Menempatkan aroma terapi di titik tertentu kendaraan sehingga bisa membantu proses relaksasi.